Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Surat Pengakuan Kekalahan

 Aku suka menulis. Menulis menjadi salah satu kegiatan yang ingin aku pelajari lebih dalam. Tetapi, banyak hal yang membuatku sadar bahwa Menulis bukanlah bakatku. Menulis juga bukan hobiku. Menulis hanyalah perantara bagiku untuk mengungkapkan perasaan, karena terkadang aku sulit mengenali emosiku sendiri. Rasanya, beberapa orang memang ditakdirkan untuk menulis. Beruntunglah kalian, pemuda dengan masa depan yang telah terencana. Yang sudah mengetahui kemana kalian akan berlabuh. Berbeda denganku yang masih selalu bertanya kepada diri sendiri, "kemana tujuan hidupku?" Rasanya, aku memang tidak berbakat dalam hal apapun. Dengan ini, kunyatakan kekalahanku. Aku telah kalah dari rasa pesimis terhadap diriku sendiri.

Thoughts #1 : Perempuan

Perempuan Dia punya banyak larangan Dia juga punya banyak pantangan Demi terlihat seperti apa yang orang lain inginkan Demi mencapai kesempurnaan yang diimpi- impikan Di balik semua itu, Dia tidak tahu Bahwa kecantikannya sudah terpancar sedari dulu Dari matanya yang berbinar, ketika ia melakukan kegiatan favoritnya Dan dari senyumannya yang melebar, setiap kali ia membicarakan hal-hal yang disukainya Jauh dari apa yang orang lain lihat,  Dia memiliki segalanya Dia sempurna sebagaimana adanya Sayang, dia hanya dipandang dengan sebelah mata Sayang, kemampuannya selalu diremehkan banyak orang Sekarang, perempuan itu harus bersembunyi Menyimpan segala bakat dan impian yang dia miliki Mengabaikan suara dari dalam lubuk hati Agar dia mampu berdiri tegak di dunia yang kejam ini