Postingan

Fiksi Mini : Wanita di Sudut Jalan (Thriller)

Wanita di Sudut Jalan Terik. Matahari telah mencapai ujung cakrawala langit. Sinarnya begitu terang, menghasilkan sengatan panas yang terasa hingga ubun-ubun. Suasana siang ini begitu sepi, tetapi tidak dengan isi kepalaku yang kian bising. Lagi-lagi, tatapanku tertuju pada seorang wanita yang berada di seberang jalan. Dengan perawakan pendek, rambut tidak tertata, dan raut wajah muram, ia benar-benar terlihat seperti seseorang yang sedang putus asa. Sudah beberapa hari ini, ia melewati sudut jalan itu di jam yang sama. Kedatangannya bukanlah semata-mata tanpa tujuan, melainkan dengan secercah harapan yang tidak diketahui banyak orang. Mungkin akulah salah satu dari sedikit orang yang memahami harapan terpendam wanita asing itu. Bagaimana tidak? Akulah satu-satunya orang yang memperhatikan wanita itu dari kejauhan. Pada pukul 12.00 tepat, wanita itu akan muncul dengan tumpukan kertas yang ia genggam. Dengan komposisi warna monokrom, terlihat potret seekor anjing yang lehernya...

Surat Pengakuan Kekalahan

 Aku suka menulis. Menulis menjadi salah satu kegiatan yang ingin aku pelajari lebih dalam. Tetapi, banyak hal yang membuatku sadar bahwa Menulis bukanlah bakatku. Menulis juga bukan hobiku. Menulis hanyalah perantara bagiku untuk mengungkapkan perasaan, karena terkadang aku sulit mengenali emosiku sendiri. Rasanya, beberapa orang memang ditakdirkan untuk menulis. Beruntunglah kalian, pemuda dengan masa depan yang telah terencana. Yang sudah mengetahui kemana kalian akan berlabuh. Berbeda denganku yang masih selalu bertanya kepada diri sendiri, "kemana tujuan hidupku?" Rasanya, aku memang tidak berbakat dalam hal apapun. Dengan ini, kunyatakan kekalahanku. Aku telah kalah dari rasa pesimis terhadap diriku sendiri.

Thoughts #1 : Perempuan

Perempuan Dia punya banyak larangan Dia juga punya banyak pantangan Demi terlihat seperti apa yang orang lain inginkan Demi mencapai kesempurnaan yang diimpi- impikan Di balik semua itu, Dia tidak tahu Bahwa kecantikannya sudah terpancar sedari dulu Dari matanya yang berbinar, ketika ia melakukan kegiatan favoritnya Dan dari senyumannya yang melebar, setiap kali ia membicarakan hal-hal yang disukainya Jauh dari apa yang orang lain lihat,  Dia memiliki segalanya Dia sempurna sebagaimana adanya Sayang, dia hanya dipandang dengan sebelah mata Sayang, kemampuannya selalu diremehkan banyak orang Sekarang, perempuan itu harus bersembunyi Menyimpan segala bakat dan impian yang dia miliki Mengabaikan suara dari dalam lubuk hati Agar dia mampu berdiri tegak di dunia yang kejam ini

#BelajarMenulis : Saya dan Tahun 2020

  Saya dan Tahun 2020   Sudah beberapa bulan ini kita melalui masa pandemi Covid-19 yang dimulai pada bulan Februari 2020. Namun, entah mengapa waktu terasa begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin saya memasuki bulan Januari 2020. Padahal, kegiatan saya di rumah sangat monoton. Bangun tidur, beribadah, makan, dan belajar. Pada akhirnya, siklus ini terjadi berulang-ulang hingga saat ini. Semua kegiatan itu ternyata sudah saya terapkan selama beberapa bulan ini.       Semua yang awalnya baik-baik saja dan semua yang awalnya berjalan dengan baik seperti biasanya, sekarang harus berubah. Semua orang mulai menyesuaikan diri dalam keadaan pandemi. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Beberapa orang tentu mengalami cultural shock. da juga yang acuh tak acuh dan bahkan menganggap virus corona hanyalah sebuah konspirasi.      Semua pertemuan kala itu terpaksa ditunda, semua rencana terpaksa dibatalkan, dan semua kegiatan ak...

#BelajarMenulis : Bersinar

  Bersinar Malam ini bulan dan bintang bersinar terang, ada apa gerangan? Sepertinya mereka sedang berbahagia, sehingga cahaya yang dipancarkannya terlihat lebih terang. Atau mungkin hari ini mereka mendapat banyak kabar baik, sehingga cahaya yang dipancarkannya terlihat lebih cantik? Tapi, apakah setiap malam akan selalu sama? Tidak, bahkan bulan membutuhkan waktu berhari hari untuk menjadi utuh dan sempurna. Sekali lagi tidak, bahkan bintang membutuhkan proses untuk menciptakan cahaya. Sama seperti kita yang sedang beranjak dewasa. Kadang kala tertawa, kadang pula hampa lara. Satu hal yang perlu diingat, seluruh waktu ini adalah proses bagi kita untuk bersinar. Jadi jangan dulu menyerah, karena kita sama-sama tau betapa panjang dan melelahkannya perjalanan ini.